Developed by JoomVision.com

Berita Terpopuler

PDAM Kudus Siapkan Pembayaran Rekening Online

Pada awal Mei 2012, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus siap memberlakukan sistem pembayaran tagihan rekening bagi pelanggannya secara online. Kebijakan itu dilakukan guna memudahkan dan...

Kebocoran Air PDAM Kudus Capai 27,3 persen

  KUDUS, Sejak tiba bulan terakhir tingkat kebocoran atau dikenal sebagai non-revenue water (NRW) di PDAM Kudus mencapai 27,3 persen atau setara dengan 177,4 meter kubik. Kondisi tersebut tidak dapat...

Antisipasi Kemarau, PDAM Kudus Bangun Sumur

KUDUS, Menjelang musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menyiapkan sumur produksi baru. Sarana yang menurut rencana mulai dioperasikan pekan ini, berada di sekitar Terminal Induk...

Polling

Menurut Anda, bagaimana pelayanan PDAM Kudus ?




 

Pengunjung Online

Ada Pengunjung 35 online

Statistik

Hari Ini :10
Bulan Ini :802
Tahun Ini :3460
Total Pengunjung :27274

PERESMIAN TERMINAL AIR CURAH

PDFPrintE-mail

Kudus – Air sisa pelanggan PDAM atau air curah PDAM, dijual bebas oleh PDAM. Dalam menjual air curah tersebut, perusahaan ber pelat merah itu menjual senilai Rp 6 ribu per kubik.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Kudus Ahmadi Safa dalam acara launching terminal air curah PDAM KUDUS. Menurutnya, air curah yang dijual merupakan air sisa pelanggan PDAM KUDUS di Dawe.

”Tiap per kubik, atau per seribu liter, harganya Rp 6 ribu. Harga itu sedikit lebih mahal ketimbang penjualan air di pegunungan di kawasan atas.

Harga kawasan atas, dibandrol dengan harga Rp 5 ribu per kubik. Hanya meski sedikit lebih mahal, namun dinilai lebih untung lantaran fasilitas yang lebih ketimbang di atas.

Seperti halnya lokasi yang lebih nyaman, dan tidak antre layaknya SPBU. Sehingga sekali datang bisa langsung mengisi beberapa mobil tangki sekaligus. Selain itu, antrean juga tidak berada di jalan sehingga tidak mengganggu aktivitas lalu lintas.

Hal lain juga, lokasi yang terletak di Cendono Dawe. Lokasi yang lebih rendah ketimbang atas. Hal itu menguntungkan pembeli dengan mengurangi jatah solar, kampas, dan kerusakan mobil lainnya.

”Selisih Rp 1 ribu yang dimaksud, bakal dikembalikan lagi kepada masyarakat lewat CSR. Jadi bisa lewat progam penanaman pohon atau juga biopori,” ujarnya.

Sumber air yang di sana, kata dia berasal dari air kawasan atas, yakni di Desa Piji, Samirejo, Cendono, Lau, Kecamatan Dawe. Meski menggunakan air bawah tanah, namun dipastikan tidak mengganggu pelanggan PDAM KUDUS.

 
 

PDAM Kudus Siapkan Pembayaran Rekening Online

PDFPrintE-mail


Pada awal Mei 2012, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus siap memberlakukan sistem pembayaran tagihan rekening bagi pelanggannya secara online. Kebijakan itu dilakukan guna memudahkan dan mendekatkan pelanggan pada tempat pembayaran. PDAM telah menggandeng lebih dari 50 pemilik konter Payment Poin Online Banking (PPOB) yang sudah tersebar di wilayah Kudus.

“Kami akan memberlakukan sistem itu mulai awal Mei nanti. Bagi pelanggan yang ingin membayar di Kantor PDAM, kami berikan waktu dua bulan hingga akhir Juni. Setelah itu, seluruh pembayaran dilakukan melalui PPOB,” ujar Direktur PDAM Ahmadi Syafa, di tengah pelaksanaan Lomba Mancing Mania 2 di Sungai Bakinah, Desa Ngemplak Kecamatan Undaan, Kudus, Minggu (15/4).

Read more...

 
 

Kebocoran Air PDAM Kudus Capai 27,3 persen

PDFPrintE-mail

 

KUDUS, Sejak tiba bulan terakhir tingkat kebocoran atau dikenal sebagai non-revenue water (NRW) di PDAM Kudus mencapai 27,3 persen atau setara dengan 177,4 meter kubik. Kondisi tersebut tidak dapat dihindari terkait risiko pengembangan jaringan di berbagai wilayah.

Direktur PDAM Kabupaten Kudus Achmadi Safa mengemukakan hal itu, Minggu (2/9). Ditambahkannya, secara nasional tingkat NRW idealnya mencapai 20 persen. Hanya saja, pada kenyataannya, sebagian besar perusahaan pelat merah tercatat mempunyai NRW atau air yang tidak masuk rekening sebesar 30 persen hingga 50 persen. "Kami akan terus berusaha menekan NRW ini," katanya.

Secara teknis, kebocoran seperti itu akan selalu dihadapi. Meskipun berbagai teknik pemasangan jaringan sebaik apapun, dimungkinkan akan terdapat air yang hilang. Penjelasannya, saat pemasangan jaringan baru biasanya dikenal istilah pembersihan. "Untuk jaringan air bersih baru tetap harus dilakukan hal tersebut," ungkapnya.

Read more...

 
 

Antisipasi Kemarau, PDAM Kudus Bangun Sumur

PDFPrintE-mail

KUDUS, Menjelang musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menyiapkan sumur produksi baru. Sarana yang menurut rencana mulai dioperasikan pekan ini, berada di sekitar Terminal Induk Jati. Penambahan sumur produksi tersebut merupakan antisipasi datangnya musim kemarau di wilayah kerjanya.

Kepala Bidang Hubungan Layanan Pelanggan Ayatullah Humaini menyatakan, sumur tersebut merupakan sumber air baku yang ke-37. Kapasitas produksinya mencapai 12 liter per detik. Adapun sarana yang ada sebelumnya, rata-rata hanya mampu memasok 10 liter per detik. "Biaya secara keseluruhan mencapai Rp 700 juta," katanya, Kamis (24/5).

Ditambahkannya, pada musim kemarau salah satu wilayah yang diyakini berpotensi mengalami kesulitan air bersih yakni di Kecamatan Undaan. Pihaknya sebenarnya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan jaringan baru. Hingga saat ini, persiapan sarana dan prasarana tersebut masih belum sepenuhnya tuntas.

Read more...

 
 

Page 1 of 2

Hot News

PROGRAM HIBAH AIR MINUM TH 2016

Kabar Gembira Pasang PAM Murah Hanya Rp. 550.000.., selanjutnya..

Info Pelanggan

Untuk tahap awal lakukan Registrasi nomor HP anda
Reg#Nomor Sambung#Tanggal Lahir
Contoh : Reg#01010001#13-05-1963

klik info selanjutnya...

Galeri Foto

Pawai Adipura
Pawai Adipura
Undian Hadiah MM10
Undian Hadiah MM10

Artikel & Pengumuman

Berapa banyak air yang harus kita minum dalam sehari..?

  Tanpa mengkonsumsi air secara cukup, tubuh dapat mudah terserang penyakit. Maka, jangan lupa untuk...

Tips menghemat air PAM

  Ada 10 tips menghemat penggunaan air PAM, yaitu : Waspadai agar instalasi pipa air setelah...
You are here: Home Berita
Green Back to Top