Developed by JoomVision.com

Berita Terpopuler

PDAM Kudus Siapkan Pembayaran Rekening Online

Pada awal Mei 2012, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus siap memberlakukan sistem pembayaran tagihan rekening bagi pelanggannya secara online. Kebijakan itu dilakukan guna memudahkan dan...

Kebocoran Air PDAM Kudus Capai 27,3 persen

  KUDUS, Sejak tiba bulan terakhir tingkat kebocoran atau dikenal sebagai non-revenue water (NRW) di PDAM Kudus mencapai 27,3 persen atau setara dengan 177,4 meter kubik. Kondisi tersebut tidak dapat...

Antisipasi Kemarau, PDAM Kudus Bangun Sumur

KUDUS, Menjelang musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menyiapkan sumur produksi baru. Sarana yang menurut rencana mulai dioperasikan pekan ini, berada di sekitar Terminal Induk...

Polling

Menurut Anda, bagaimana pelayanan PDAM Kudus ?




 

Pengunjung Online

Ada Pengunjung 22 online

Statistik

Hari Ini :1
Bulan Ini :626
Tahun Ini :4948
Total Pengunjung :28762

PDAM Kudus Siapkan Tarif Baru

PDFPrintE-mail

 

KUDUS, Kebijakan pemerintah untuk menaikan tarif dasar listrik dipastikan akan membengkakkan biaya produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Pasalnya, selain pompa produksi, berbagai peralatan di perusahaan pelat merah tersebut digerakkan tenaga listrik. Kondisi tersebut mengakibatkan kemungkinan penyesuaian tarif semakin besar.

Direktur PDAM Kudus Achmadi Safa mengemukakan hal itu Rabu (19/9). Ditambahkannya, bila sudah seperti itu maka kebijakan tersebut akan menimbulkan sederet dampak. ''Hal yang paling mungkin dilakukan yakni penyesuaian harga pokok produksi (HPP),'' katanya.

Saat ini biaya produksi air per meter kubik mencapai Rp 2.800. Bila mempertimbangkan kenaikan tarif dasar listrik, diperkirakan HPP akan mencapai Rp 3 ribu per meter kubik. ''Kira-kira seperti itu, dan akan terus kita kaji dengan mempertimbangkan berbagai dinamika di lapangan,'' ungkapnya.

Setiap bulan, biaya pembayaran listrik mencapai Rp 130-an juta. Saat kemarau, dia menyebut terjadi pembengkakan sekitar 5 persen. Kondisi tersebut disebabkan karena sumur produksi dioperasionalkan lebih lama dibandingkan hari-hari biasa. ''Terjadi penurunan elevasi air pada sumur produksi, jadi kami juga harus menambah jam operasi. Akibatnya, biaya pembayaran listrik meningkat,'' ujarnya.

Sebenarnya, penyesuaian tarif sudah diusulkan sejak beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, pihaknya masih dibenturkan dengan fungsi sosial yang masih dilekatkan pada PDAM. Tidak hanya diwajibkan menyetor dana ke kas pemerintah daerah, tetapi juga memberi pelayanan air bersih kepada masyarakat. ''Dua fungsi tersebut selalu melekat pada PDAM,'' ungkapnya.

Sekali lagi, dengan mempertimbangkan berbagai perubahan biaya produksi apalagi terkait kenaikan TDL, penyesuaian tarif menjadi hal yang diperkirakan sulit dihindari. Saat sekarang, biaya produksi air bersih per satu meter kubik mencapai Rp 2.850 hingga Rp 3.000. Sedangkan tarif yang diberlakukan saat ini untuk golongan pelanggan kecil mencapai Rp 1.650.

''Kami dapat mempertahankan produksi dengan cara subsidi silang,'' imbuhnya.

Dari 27 ribu pelanggan yang dimiliki, sekitar 80 persen merupakan pelanggan golongan II. Pengertiannya, pelanggan tersebut setiap bulan menggunakan air bersih sebanyak 20 meter kubik. Sedangkan penggunaan di bawah itu termasuk golongan I sebanyak 15 persen dan sisanya golongan I.

Hot News

PROGRAM HIBAH AIR MINUM TH 2016

Kabar Gembira Pasang PAM Murah Hanya Rp. 550.000.., selanjutnya..

Galeri Foto

Pawai Adipura
Pawai Adipura
Undian Hadiah MM10
Undian Hadiah MM10

Artikel & Pengumuman

Berapa banyak air yang harus kita minum dalam sehari..?

  Tanpa mengkonsumsi air secara cukup, tubuh dapat mudah terserang penyakit. Maka, jangan lupa untuk...

Tips menghemat air PAM

  Ada 10 tips menghemat penggunaan air PAM, yaitu : Waspadai agar instalasi pipa air setelah...
You are here: Home Berita Berita Terbaru PDAM Kudus Siapkan Tarif Baru
Green Back to Top