Developed by JoomVision.com

Berita Terpopuler

PDAM Kudus Siapkan Pembayaran Rekening Online

Pada awal Mei 2012, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus siap memberlakukan sistem pembayaran tagihan rekening bagi pelanggannya secara online. Kebijakan itu dilakukan guna memudahkan dan...

Kebocoran Air PDAM Kudus Capai 27,3 persen

  KUDUS, Sejak tiba bulan terakhir tingkat kebocoran atau dikenal sebagai non-revenue water (NRW) di PDAM Kudus mencapai 27,3 persen atau setara dengan 177,4 meter kubik. Kondisi tersebut tidak dapat...

Antisipasi Kemarau, PDAM Kudus Bangun Sumur

KUDUS, Menjelang musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menyiapkan sumur produksi baru. Sarana yang menurut rencana mulai dioperasikan pekan ini, berada di sekitar Terminal Induk...

Polling

Menurut Anda, bagaimana pelayanan PDAM Kudus ?




 

Pengunjung Online

Ada Pengunjung 13 online

Statistik

Hari Ini :0
Bulan Ini :609
Tahun Ini :4137
Total Pengunjung :27951

Kebocoran Air PDAM Kudus Capai 27,3 persen

PDFPrintE-mail

 

KUDUS, Sejak tiba bulan terakhir tingkat kebocoran atau dikenal sebagai non-revenue water (NRW) di PDAM Kudus mencapai 27,3 persen atau setara dengan 177,4 meter kubik. Kondisi tersebut tidak dapat dihindari terkait risiko pengembangan jaringan di berbagai wilayah.

Direktur PDAM Kabupaten Kudus Achmadi Safa mengemukakan hal itu, Minggu (2/9). Ditambahkannya, secara nasional tingkat NRW idealnya mencapai 20 persen. Hanya saja, pada kenyataannya, sebagian besar perusahaan pelat merah tercatat mempunyai NRW atau air yang tidak masuk rekening sebesar 30 persen hingga 50 persen. "Kami akan terus berusaha menekan NRW ini," katanya.

Secara teknis, kebocoran seperti itu akan selalu dihadapi. Meskipun berbagai teknik pemasangan jaringan sebaik apapun, dimungkinkan akan terdapat air yang hilang. Penjelasannya, saat pemasangan jaringan baru biasanya dikenal istilah pembersihan. "Untuk jaringan air bersih baru tetap harus dilakukan hal tersebut," ungkapnya. Tak hanya itu, untuk jaringan baru biasanya di dalam pipa terdapat air yang belum terhitung meteran air. Pada saat dimanfaatkan pelanggan, air yang semula dianggap sebagai NRW akan kembali menjadi normal atau terhitung dalam pengukur.

Dari waktu ke waktu, jumlah air yang hilang akan terus berbeda tergantung dari ada atau tidaknya pengembangan jaringan. "Tidak mungkin untuk tidak ada NRW sama sekali," imbuhnya.

Meskipun demikian, dia tidak menganggap hal tersebut sebagai kerugian PDAM. Pasalnya, sebagian air yang tidak masuk sistem pengukuran itu masih ada di jaringan. Dikatakan hilang karena air diproduksi namun belum masuk ke meteran pelanggan. Hanya saja, dia juga mengakui ada penyebab tingkat kehilangan air lainnya.

Achmadi menyebut misalnya pencurian dan akibat kondisi perpipaan yang dianggap sudah cukup lama, dia mengaku tidak seberapa banyak. Meskipun begitu, pihaknya tetap akan melakukan peremajaan jaringan perpipaan. "Untuk pipa-pipa lama, tentu akan tetap terjadi hal seperti itu," tandasnya.

Hot News

PROGRAM HIBAH AIR MINUM TH 2016

Kabar Gembira Pasang PAM Murah Hanya Rp. 550.000.., selanjutnya..

Galeri Foto

Pawai Adipura
Pawai Adipura
Undian Hadiah MM10
Undian Hadiah MM10

Artikel & Pengumuman

Berapa banyak air yang harus kita minum dalam sehari..?

  Tanpa mengkonsumsi air secara cukup, tubuh dapat mudah terserang penyakit. Maka, jangan lupa untuk...

Tips menghemat air PAM

  Ada 10 tips menghemat penggunaan air PAM, yaitu : Waspadai agar instalasi pipa air setelah...
You are here: Home Berita Berita Terbaru Kebocoran Air PDAM Kudus Capai 27,3 persen
Green Back to Top